Rabu, 04 Januari 2012

Berita

Berita 4/01/2012

Tahun 2011 Austalia alami tahun ketiga musim hujan terlebat

2 warga Australia karena keracunan cendawan

Dua warga Australia tewas dan seorang lagi dalam kondisi kritis di rumah sakit setelah mengkonsumsi cendawan mangkok liar yang paling mematikan di dunia.

Bepegian dengan pesawat lebih aman

Bepergian menggunakan pesawat kini lebih aman dimana hanya terdapat satu kecelakaan dalam setiap 1, 5 juta penerbangan tahun 2011.

Hongkon basmi kuman besar-besaran di gedung pemerintah

Pihak berwenang di Hongkong melakukan pembasmian kuman besar-besaran terhadap gedung pusat pemerintah baru yang bernilai jutaan dollar setelah ditemukan bahwa gedung tersebut dipenuhi bakteri yang bisa menimbulkan penyakit radang paru-paru.

12 dokter mendapat denda karena percobaan obat

Aktifis di India marah setelah 12 dokter hanya mendapatkan denda tak kurang dari 100 dollar Amerika atau sekitar 850 ribu rupiah setiap dokter karena melakukan percobaan obat secara diam-diam kepada pasiennya.

Myanmar bebaskan tahanan politik

Myanmar telah membebaskan 34 tahanan politik.

Pejabat senior Amerika bahas Korut sepeninggal Kim Jong-Il

Diplomat senior Amerika, Kurt Campbell telah tiba di Beijing untuk membicarakan masalah Korea Utara sepeninggal Kim Jong Il.

Rakyat Nigeria marah subsidi bbm dihapus

Ribuan orang Nigeria mulai turun ke jalan melakukan aksi protes di seluruh negeri karena pemerintah menghapus subsidi bahan bakar.

Amerika tidak akan lakukan konfrontasi dengan Iran

Amerika Serikat menyatakan tidak akan melakukan konfrontasi terhadap Iran meskipun Iran mengancam mengusir kapal Amerika bila kapal induk Amerika kembali ke Teluk Persi.

Indonesia mendapat tekanan tutup perusahaan tambang di Sumbawa

Pemerintah Indonesia mendapat tekanan untuk menghentikan aktifitas operasi perusahaan tambang Arc Exploration yang bermarkas di Sydney guna mencari emas di pulau Sumbawa.

Ratusan orang tewas di Sudan Selatan karena konflik antar-suku

Kordinator kemanusiaan PBB Lise Grande mengatakan ratusan orang kemungkinan terbunuh dalam bentrokan antar suku di Sudan Selatan.

Bagaimana berhenti berlangganan?

Untuk berhenti berlangganan, klik disini.

Legalitas

© 2011 ABC | Kebijakan Privasi

Layanan ini mungkin mencakup materi-materi dari Agence France-Presse (AFP), APTN, Reuters, CNN dan BBC World Service yang hak ciptanya dilindungi dan tidak boleh diproduksi.